Menu Tutup

BELAJAR MEMAHAMI ANTARA MENGANGKAT DERAJAT DAN MENGANGKAT DIRI

Bagaimanakah kita bisa mengangkat derajat diri kita di hadapan manusia, sekaligus menjauhkan dari sikap mengangkat diri?

Cukup sederhana teorinya, yaitu selalu bersikap rendah hati pada sesama manusia, terlebih khusus pada saudaranya sesama muslim.

Sikap rendah hati ini adalah cerminan dari pribadi yang selalu menjadikan ketulusan hanya karena Allah semata ketika dia memberikan rasa hormat dan kasih sayang pada sesama manusia.

Pada saat yang bersamaan, dia selalu menghindari dari sikap suudzon, iri, dengki, hasud, dan rasa benci. kalaupun dia menampakkan kebencian dari sikap atau pemikirannya, semua itu dia lakukan semata-mata karena Allah menyuruhnya untuk membencinya, bukan karena selain-Nya.

Sebaliknya, jika kita tidak bisa bersikap rendah hati pada sesama, dengan kata lain, kita selalu mengangkat diri terhadap sesama, maka kita hanya akan mendapatkan perlakuan yang rendah, yang akan orang lain berikan pada kita.

Dalam tataran ideal dan fitrah manusia, tak ada seorang manusia pun yang ingin direndahkan oleh orang lain. Sebaliknya, dia ingin dihormati dan ditinggikan derajatnya oleh orang lain.

Namun, seringkali kita menemukan dalam kenyataan orang lebih suka meninggikan dirinya, tapi merasa berat untuk meninggikan diri orang lain.

Secara manusiawi, sikap seperti ini adalah wajar, karena manusia memiliki kecenderungan mempertahankan diri. Penampakkan dari naluri mempertahankan diri ini, salah satunya adalah adanya keinginan untuk selalu dihormati dan dihargai orang lain.

Jika naluri ini tidak diikat oleh mafhum/ kesadaran akal yang benar, maka naluri ini akan mengantarkan dirinya hanya pada orientasi untuk dihargai, tapi tidak mau menghargai.

Hanya dengan kesadaran akal yang selalu dibimbing oleh iman dan hukum syara, yang akan mendapatkan pribadi yang selalu bersikap rendah hati pada sesama, dan pada saat yang bersamaan, dia akan Allah angkat derajatnya di hadapan manusia.

Apa yang ditanam, maka itulah yang akan dia panen. jika dia selalu menanamkan sikap rendah hati pada sesama, maka dia akan mendapatkan derajat yang mulia di hadapan sesamanya.

Sebaliknya, ketika dia hanya menanamkan sikap mengangkat diri, maka manusia pun akan selalu merendahkan dirinya. Jika seseorang telah menjadi rendah harga dirinya di mata manusia, maka dia akan sulit mendapatkan kebaikan dan keberkahan dalam berhubungan dengan sesama manusia.

Patutlah kita renungi hadits di bawah ini, agar kita selalu menjadi pribadi yang selalu rendah hati pada sesama:

“Barangsiapa bersikap rendah hati kepada saudaranya sesama muslim, maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri terhadap mereka, maka Allah akan merendahkannya.” (al-Hadits).
Wallaahu a’lam.