Menu Tutup

AKU BUKAN ORANG SOLEH DAN IKHLAS

Aku bukan orang yang ikhlas. Tapi aku selalu belajar bagaimana Allah memberi kebenaran bahwa diri tidak boleh memelihara iri dan benci.

Aku bukan orang yang soleh. Tapi aku selalu belajar untuk terus sadar, ketika aku selalu menampakkan diri yang soleh, diri yang pintar, diri yang bijak, diri yang arif, diri yang berakhlak karimah, diri yang kaya, diri yang tak pernah salah, dan diri yang tak pernah mau disalahkan, itu artinya aku sedang menanam kebohongan yang sangat akbar. Aku telah berbohong pada diri, orang lain, dan pada Allah yang Maha Tahu segala isi hatiku.

Sungguh mudah ketika aku berucap ikhlas dan soleh, dan sungguh mudah pula ketika aku selalu berpura-pura ikhlas dan soleh. Tapi aku lupa, bahwa sikap seperti itu adalah sejahat-jahatnya hati dan sehina-hinanya diri di hadapan Allah atau pun sesama.

Sungguh rugi diri ini, jika hari-hari dihabiskan untuk menyibukkan diri sebagai orang yang soleh dan ikhlas. Tapi hatiku selalu memelihara iri, benci, zolim, mau menang sendiri, ingin selalu dihormati, ingin selalu dihargai, ingin selalu menjadi orang yang paling berarti dan paling tinggi. Sementara pikiran dan hati tidak pernah mau meraba, memahami, berempati, dan mengakui keberadaan orang lain di hadapan diriku sendiri.

Aku bukan orang yang soleh dan ikhlas. Tapi aku selalu memohon kepada Allah agar Dia selalu membimbing dan menolongku menjadi orang yang soleh dan ikhlas sampai aku menjadi mulia di hadapanNya, biasa-biasa di hadapan sesama, dan aku hina dalam pandangan diriku.