Ya Allah, jika keterasingan hamba adalah kehendakMu dan ada dalam ridhoMu, jadikanlah hamba sebagai hambaMu yang tak henti memberi manfaat pada sesama hanya karena taat dan berharap cintaMu!
Ya Allah, jika keterasingan hamba ada dalam murkaMu, ampunilah atas segala kejahilan dan dosa hamba, dan kembalikanlah keterasingan hamba ada dalam ridho, ampunan, dan cintaMu!
Ya Allah, jika Engkau takdirkan dan Engkau meridhoi hamba yang hina dan jahil ini mendapatkan sahabat sejati yang sama-sama berharap ridho dan cintaMu, pertemukanlah hamba dengannya, dan ikatlah persahabatan kami dengan iman dan karena berharap cintaMu sampai tiba ajal kami!
Ya Allah, jika kesendirian hamba karena teguranMu untuk mengingatkan atas segala dosa dan kezoliman hamba pada sesama selama bergaul dengan mereka, ampunilah seluruh dosa dan kezoliman hamba, dan turunkanlah pertolonganMu dan kuasaMu agar hamba mampu meminta maaf dan mengembalikan hak-hak mereka yang telah hamba ambil tanpa hak, yang semuanya hamba lakukan semata-mata berharap ampunan dan cintaMu!
Ya Allah, jika kesendirian hamba adalah sebab jahil dan rendahnya akhlak hamba ketika bergaul dengan sesama, karuniakanlah pada hamba kekuatan iman, akhlak mulia, dan ilmuMu agar pergaulan hamba dengan sesama selalu ada dalam bimbingan dan kehendakMu, bukan lagi bimbingan hawa nafsu dan keakuan hidup hamba!
Ya Allah, jika keterasingan hamba sebagai madrasah penyucian iman, amal, ilmu, lahir, dan bathin kehidupan hamba, agar suatu hari kelak ketika tiba waktunya hamba kembali pada umat, karuniakanlah pada hamba kesabaran, kesyukuran, dan sifat husnuzon padaMu dan pada seluruh kaum muslimin, supaya kesendirian hamba tidak melahirkan fitnah dan tumbuhnya segala penyakit hati yang menggerogoti iman, ilmu, dan amal hamba!
Ya Allah, jika kesendirian hamba hari ini karena cinta dan sayangMu pada diri hamba yang hina dan jahil ini, cukupkanlah dalam hati hamba, dalam jasad hamba, dalam iman hamba, dalam amal hamba, dan dalam setiap hela nafas hidup hamba hanya ada Dirimu, hanya untukMu, hanya karenaMu, hanya bersamaMu, hanya denganMu, hingga hamba tak lagi peduli apakah hidup hamba sendiri atau tidak, sunyi atau ramai, sedih atau bahagia, dicintai mahluk atau dibenci mahluk, yang pasti, kasihMu, sayangMu, ridhoMu, ampunanMu, dan cintaMu yang selalu ada dalam harap dan takut hamba.
Ya Allah, cukuplah Engkau sebagai saksi dan wakil kesendirian dan keterasingan yang saat ini hamba jalani! Ampunilah hamba, jika masih ada dusta dalam setiap hurup, kata, kalimat, dan makna yang hamba bisikkan lewat tulisan ini!
Adapun orang-orang yang menjadikan sebab hari ini hamba merasa terasing, diasingkan, atau mungkin dibuang seperti sampah busuk yang jijik dan hina, hamba hanya bisa berucap, segala puji hanya milik Engkau yang tak terbatas kasih dan sayangMu, termasuk pada diri yang hina dan tak tahu diri ini.
Karena kehendakMu melalui tangan-tangan zolim orang-orang yang pernah aku beri “kepercayaan” yang membuatku hari ini “terasing” sebab yang mereka tuduhkan bahwa akulah yang “meninggalkan” mereka.
Engkau dzat yang Maha tahu, Maha Kuasa, Maha Adil, dan Maha Penyayang, ampunilah mereka semua yang menzolimiku, ampunilah atas seluruh kezolimanku selama hidup balighku! Dan maafkanlah diri yang hina ini wahai kalian semua yang pernah aku zolimi!