Merubah diri adalah mudah dan sulit. Mudah dalam teori, sulit dalam praktek. Mempraktekan perubahan diri itu mudah dan sulit. Mudahnya ketika langsung bergerak. Sulitnya mempertahankan untuk konsisten.
Konsisten itu mudah dan sulit. Mudahnya ketika iman sedang naik. Sulitnya ketika iman sedang turun.
Mengatasi iman yang sedang turun itu mudah dan sulit. Mudahnya ketika sadar, lalu kembali taat. Sulitnya ketika iman sedang turun, diri dibiarkan mengikuti inginnya setan.
Mengatasi bisikan setan itu mudah dan sulit. Mudahnya ketika ingat nikmatnya surga dan ngerinya siksa neraka. Sulitnya ketika iman hanya sebatas angan.
Mengatasi agar iman bukan sekadar angan itu mudah dan sulit. Mudahnya ketika ilmu, amal dan ikhlas selalu menyatu. Sulitnya ketika ilmu tiada, amal hanya sebatas cangkang dan ikhlas menghilang.
Mengatasi kemiskinan ilmu, amal dan miskinnya keikhlasan itu mudah dan sulit. Mudahnya ketika Allah yang jadi sandaran. Sulitnya ketika selain Allah jadi sandaran.
Simpulannya, sulit dan mudahnya untuk memperbaiki diri tergantung pada kesadaran, apakah diri hanya bergantung pada Allah atau pada selain Allah?
Semakin utuh diri bergantung padaNya, semakin mudah diri berubah menjadi yang terbaik menurutNya.
Sebaliknya, semakin diri bergantung pada selainNya, maka semakin sulit diri berubah menjadi yang terbaik menurutNya. Wallaahu a’lam.