Menu Tutup

HAKEKAT KEBAHAGIAAN DAN KEKUATAN DI DUNIA

Jika derita karena mempertahankan iman dan ketaatan dalam menjalani kehidupan di dunia, bisa menjadikan kita tetap bahagia dan kuat, mengapa harus repot-repot mengejar kebahagiaan dan kekuatan dengan menghabiskan usia untuk mengejar, mendapatkan, dan mempertahankan kekayaan, kekuasaan, dan harga diri?

Sementara faktanya, tidak ada manusia yang akan meraih kebahagiaan dan kekuatan hakiki, jika iman dan ketaatan tidak mampu mengikat dan mengendalikan segala kecenderungan untuk memuja harga diri, kekuasaan, dan kekayaan yang kita miliki.

Padahal kesempurnaan manusia dalam meraih kebahagiaan dan kekuatan di dunia itu dibatasi oleh kekurangan, kelemahan, dan keterbatasannya meraih kesempurnaan, yang seharusnya menyadarkan dirinya untuk selalu mawas diri, tahu diri, sadar diri, dan menghancurkan segala kesombongan diri.

Karena semua yang dimiliki akan berakhir penyesalan dan kehinaan, pada saat Allah sengaja atau tidak sengaja disimpan dalam bejana kegelisahan dunia, berupa kesombongan untuk tidak mau mengakui kebenaran orang lain dan selalu mempertahankan kebodohan dan kekurangan diri, tanpa sedikitpun mau menyadari dan merubahnya ke arah yang lebih baik.

Hanya dengan bersyukur, kebahagiaan dunia itu akan menyempurnakan keterbatasan kita, dan hanya dengan bersabar, penderitaan dunia itu akan tetap diartikan kebahagiaan.

Nyatanya, kebahagiaan dan kekuatan hakiki di dunia itu bukan terletak pada kekayaan, kekuasaan, dan harga diri, tetapi kebahagiaan dan kekuatan hakiki itu akan ada dan mampu diraih, pada saat kita selalu sadar bahwa hidup kita di dunia bukan untuk bahagia dalam ukuran dunia, tapi hanya untuk menjadi hambaNya yang paling takwa dan paling banyak amal solehnya. Wallaahu a’lam