Menu Tutup

Berhentilah Berharap Kemuliaan dari Manusia!

Apa mungkin orang yang sombong akan mendapatkan kenikmatan hidup dalam kerendahan hati?

Apakah mungkin orang yang suka riya’ mendapatkan kenikmatan hidup dalam keikhlasan?

Apakah mungkin orang yang suka membenci dan mencintai bukan karena Allah akan menikmati hidup dalam kebencian dan kecintaannya hanya karena Allah semata?

Apakah mungkin orang yang selalu iri hati akan mendapatkan kenikmatan hidup dalam kecukupan?

Apakah mungkin orang yang angkuh akan mendapatkan kenikmatan hidup dalam ketawadhuan?

Apakah mungkin orang yang selalu merasa paling benar akan mendapatkan kenikmatan hidup dalam kesadaran bahwa hanya kebenaran Allah yang harus menjadi niat, ucap dan langkah hidupnya?

Apakah mungkin orang yang selalu merendahkan harga diri orang lain akan mendapatkan kenikmatan hidup dalam kasih sayang dan cinta yang tulus kepada sesama?

Apakah mungkin orang yang selalu tidak menghargai orang lain akan mendapatkan kenikmatan hidup dalam kebersamaan dan saling menghormati?

Semuanya tidak mungkin akan terwujud dalam diri segala kebaikan yang Allah kehendaki ada pada setiap diri, dan diri akan mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan hakiki di dunia dan akhirat, jika dalam diri selalu berkeinginan menjual harga diri untuk mendapatkan penghormatan, pujian, sanjungan, kecintaan, dan segala kenikmatan dunia yang palsu yang bersumber dari manusia, dan hanya ingin mendapatkan semua itu dari manusia.

Maka sungguh hinanya diri ini jika semua keringat kehidupan yang telah dikeluarkan ternyata bukan untuk Allah, tapi untuk wanita, untuk jabatan, untuk kekayaan, atau untuk segala hal yang hina lainnya dalam pandangan Allah.

Berhentilah wahai diri yang selalu ingin dihargai manusia dan hanya ingin mendapatkan kenikmatan dunia! Jika tidak mau berhenti, maka kematian itu lebih baik daripada kehidupan yang dihabiskan untuk menjual harga diri demi untuk mendapatkan kenikmatan palsu dunia.