Menu Tutup

BELAJAR HIDUP BAHAGIA DENGAN IMAN PADA QADHA ALLAH

Jangan berpikir apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi, kalau keyakinan pada qadha Allah tak ada atau rapuh.

Sebab pikiran tersebut akan menggiring pada persepsi yang keliru terhadap hakekat masa lalu, hari ini, dan hari esok.

Masa lalu akan melupakan hari ini. Hari ini akan melupakan apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi. Sementara hari esok menjadikan diri selalu diliputi dunia imaji yang tercerabut dari realitas yang sedang dan yang telah terjadi.

Yakinilah qadha dengan benar, niscaya masa lalu akan menjadi pelajaran, hari ini akan menjadi ladang amal, dan hari esok sebagai petunjuk orientasi visi hidup yang diyakini.

Hal lain yang harus dipikirkan adalah memikirkan apa yang belum kita kerjakan, apa yang sedang kita kerjakan, dan apa yang sudah kita kerjakan, dengan mengaitkan kesadaran kita untuk terus menjadikan hukum syara sebagai pengikat perbuatan kita, sekaligus menjadikan keyakinan rasional sebagai dasar hubungan kita dengan Allah SWT.

Dengan memahami hakekat qodho, hukum syara, dan terus memperbaharui kesadaran hubungan kita dengan Allah SWT, tentu kita akan lebih hati-hati, optimistis, dan selalu bertawakal dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Kita tidak akan mudah terjebak dengan segala tipuan setan yang selalu menggoda masa lalu kita, menggoda kehidupan kita saat ini, dan menggoda kehidupan kita dalam menatap hari esok.

Terjebaknya kita pada perangkap setan dalam menjalani setiap fase kehidupan kita, yaitu karena kita tidak beriman pada qodhoNya, tidak menjadikan hukum syara sebagai pengikat perbuatan kita, dan kita tidak menjadikan kesadaran iman sebagai pengendali segala aktifitas kehidupan kita, baik yang telah kita jalani, yang sedang kita jalani, dan yang akan kita jalani. Wallaahu a’lam.