Orang yang tidak pernah susah, sulit sekali memahami kesusahan orang susah. Kecuali, dia hidupkan hatinya dengan kesadaran iman. Tentu dia bisa memahami orang susah.
Namun sayang, kehidupan individualisme sebagai turunan kapitalisme, telah menghancurkan kepekaan terhadap sesama.
Individualisme ini bukan hanya melanda Barat, tetapi kaum muslimin pun banyak yang tidak lagi peka terhadap sesamanya, terlebih khusus dalam urusan materi.
Tidak sedikit kau muslimin yang kaya, tapi mereka tidak pernah peka untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk agama dan umatnya.
Dan yang lebih miris lagi, kaum muslimin yang tahu kebenaran Islam dalam masalah harta, tapi mereka tetap bakhil terhadap sesama.
Sikap bakhil ini bukan hanya dalam arti tidak mau berbagi, tapi yang lebih parah sikap bakhil ini ditampakkan dengan tidak adanya kepekaan, paling tidak untuk bersimpati dan berempati kepada orang-orang susah.
Mudah-mudahan hadits di bawah ini menyadarkan diri saya khususnya, dan orang-orang yang mengaku muslim pada umumnya agar selalu menumbuhkan sikap peka dan peduli dengan orang lain.
Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Baginda Rasululullah SAW pernah bersabda:
“Sesungguhnya Allah SWT berkata pada Hari Kiamat nanti,
“Wahai manusia, Aku pernah sakit. Mengapa engkau tidak menjenguk Aku.” Manusia menjawab, “Tuhanku, bagaimana aku menjenguk Engkau, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT berkata, “Bukankah engkau dulu tahu hamba-Ku si fulan pernah sakit di dunia, tetapi engkau tidak menjenguknya? Bukankah engkau pun tahu, andai engkau menjenguk dia, engkau akan mendapati diri-Ku di sisinya?
Wahai manusia, Aku pernah meminta makan kepada engkau di dunia, tetapi engkau tidak memberi Aku makan.” Manusia menjawab, “Tuhanku, bagaimana Aku memberi Engkau makan, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT menjawab, “Bukankah engkau tahu, hamba-Ku pernah meminta makan kepada engkau, tetapi engkau tidak memberi dia makan? Bukankah andai engkau memberi dia makan, engkau mendapati diri-Ku ada di situ?
”Wahai manusia, Aku pernah meminta minum kepada engkau, tetapi engkau tidak memberi Aku minum?” Manusia berkata, “Tuhanku, bagaimana aku memberi Engkau minum, sementara engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT menjawab, “Bukankah engkau tahu, hamba-Ku pernah meminta minum kepada engkau di dunia, tetapi engkau tidak memberi dia minum? Bukankah andai engkau memberi dia minum, engkau mendapati diri-aKu ada di situ?” (HR Muslim).
Wallaahu a’lam