Kematian. Itulah sebuah kata misteri yang sering manusia lupakan, dan sebuah keniscayaan seluruh manusia akan mendapatkan giliran, yaitu kematian.
Kematian adalah persoalan ghaib. Menjadi wajar jika kebanyakan manusia selalu abai terhadapnya.
Pengabaian atau kelalaian manusia untuk mengingat kematian disebabkan kebanyakan manusia hanya berpikir atas segala hal yang nampak dan kasat mata. Karena manusia memang hidup di dunia yang bersifat materi.
Hingga wajar pandangan, penilaian, dan perhatian manusia terhadap kematian menjadi sesuatu hal yang mungkin aneh, bahkan sebagian membencinya.
Kematian adalah terpisahnya ruh dari jasad. Kematian bisa juga diartikan terputusnya perilaku ruh dari badan dan berhentinya badan sebagai alat bagi ruh.
Dengan kematian itu, orang yang mati akan melihat apa yang tidak dilihatnya selagi masih hidup. Sebagaimana orang yang terbangun dari tidur yang melihat apa yang tidak bisa dilhatnya saat tidur.
Manusia layaknya sedang tidur, dan jika mereka mati, barulah mereka sadar. Itulah pendapat Ibnul Jauzy ketika mendefinisikan tentang kematian.
Kematian sungguh adalah perkara yang pasti terjadi untuk seluruh mahluk hidup, termasuk manusia. Manusia adalah salah satu mahluk hidup yang pasti mati.
Namun kematian bagi manusia bukanlah akhir segalanya. Justru kematian bagi manusia adalah awal dari kehidupan yang abadi, yaitu hari akhirat.
Begitu sulitnya memasuki dunia kematian. Hanya orang-orang yang telah diberikan iman yang utuh, yang akan mampu menyelami makna kematian.
Seperti penulis rasakan, sungguh sulit dan berat hati ini untuk memasuki dunia kematian. Mungkin hanya sekedar mengetahui saja, rasanya berat minta ampun.
Itulah salah satu ciri ketika hati kita sudah diliputi oleh kehidupan dunia. Hingga merenungi kematian menjadi perkara yang sangat sulit.
Sebab, ketika dunia yang meliputi pikiran dan hati kita, maka kita hanya akan mampu untuk berpikir dan memahami segala sesuatu yang nampak dan kasat mata.
Sementara, kematian adalah perkara ghaib yang tidak mudah ditembus oleh semua orang. Hanya orang yang hatinya bening, imannya merekah, dan keyakinan yang penuh pada akhirat yang akan mampu menembus tabir rahasia kematian bagi manusia.