Dengan selalu dzikrul maut atau mengingat mati, kita akan mengerti betapa dunia ini tidak ada apa-apanya dengan kehidupan akhirat yang abadi.
Dan dengan dzikrul maut, kita akan mengerti bahwa kelezatan dan segala kenikmatan yang ada di dunia ini akan hilang begitu saja ketika berpisahnya nyawa dari badan (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Nasa’i).
Selain itu, manfaat mengingat kematian yang lain adalah terfokusnya visi hidup hanya kepada Allah. Dengan mengingat kematian, kita dapat menghindarkan diri dari tipu daya dunia dan menggiatkan kita untuk mempersiapkan sebanyak-banyaknya amal soleh untuk bekal kehidupan yang sebenarnya, yaitu kehidupan akhirat yang abadi.
Menurut Rasulullah saw, kematian bagi seorang mukmin adalah hadiah(HR Abu Dunya, Thabrani, dan al-Hakim).
Artinya, Nabi SAW hendak menegaskan bahwa dunia adalah penjara bagi seorang mukmin. Sebab ia senantiasa berada di dunia dalam keadaan susah payah mengendalikan dirinya, melawan hawa nafsunya, dan melawan syetan.
Dengan demikian, kematian bagi seorang mukmin adalah pembebasan dari siksa ini, dan pembebasan tersebut merupakan hadiah baginya.
Kematian bagi seorang muslim merupakan kafarat (HR Abu Nu’aim, Al-Baihaqi, dan Al-Khatib). Muslim yang dimaksud adalah muslim sejati dimana orang-orang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya, yang merealisasikan akhlak orang-orang mukmin, tidak terkotori oleh berbagai kemaksiatan kecuali dosa-dosa kecil.
Kematian akan membersihkannya dari dosa-dosa kecil tersebut setelah ia menjauhi dosa-dosa besar dan menunaikan berbagai kewajiban.
Menurut al-Hasan, dengan mengingat mati, kita bisa mengetahui tentang keburukan dunia sehingga tidak membiarkan kita bergembira hidup di dunia ini.
Jika kita selalu mengingat mati, kita tidak akan merasa tentram dan tenang hidup di dunia ini karena kita sadar betul bahwa hakekat kenikmatan dan kebahagiaan hanyalah di akhirat kelak.
Dunia itu penuh dengan kenisbian dan kesementaraan. Sehingga wajarlah jika kita selalu menggunakan akal dan iman dalam menjalani kehidupan dunia ini tidak merasa tentram dan tenang. Kita selalu menyibukan diri untuk selalu beramal soleh.
Manfaat yang lain dari mengingat kematian adalah seperti yang dikatakan oleh Ka’ab bahwa dengan mengingat kematian kita akan merasakan betapa ringannya penderitaan dan kesusahan di dunia.
Kesadaran ini lahir dari pemahaman dan sebuah keyakinan tentang hakekat dunia dan akhirat. Sehingga kita menyadari bahwa penderitaan dan kesusahan dunia itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penderitaan dan kesusahan akhirat.