Menu Tutup

BERDIALOG DENGAN KEMATIAN (Bagian Satu)

Entah apa jadinya, jika kematian itu tiba saat ini padaku. Sementara aku tak sedikitpun punya hujjah di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal selama aku hidup di dunia.

Kematian begitu dekat, tapi aku selalu menjauhinya karena lalai hidupku. Ya Allah, jika kematian adalah yang terbaik buat kehidupanku kelak di akhirat, aku ridho menerima qadha-Mu ini.

Jika aku masih diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan dunia ini, maka berilah aku keyakinan yang utuh hanya untuk mengabdikan hidupku untuk-Mu, untuk umat-Mu, dan untuk agama-Mu.

Jika selain itu yang ada dalam langkah hidupku, sungguh betapa rugi dan tak tahu dirinya diriku di hadap-Mu. Apalah artinya umurku panjang, jika usiaku aku habiskan hanya untuk menikmati dan terlena oleh dunia. Apalagi jika umurku pendek dan aku habiskan untuk bermaksiat dan berbuat dosa, sungguh tak ada kata lagi yang bisa mewakili akan tolol dan bebalnya hidupku.

Ya Allah, entah mengapa kematian selalu menghantui hari-hariku, sementara aku masih saja sibuk dengan urusan dunia. Oh kematian, siapakah kau ini?

Kematian. Apa itu kematian? Kemarilah! Mendekatlah! Aku ingin berkenalan denganmu. Dari mana asal kamu? Hendak kemana kau pergi? Apa sebenarnya tujuanmu diciptakan?

Berilah aku jawaban yang sempurna agar aku tahu makna hidup dan aku tahu hakekat dirimu untuk selalu aku ingat sepanjang jantung berdetak, selama napas berhembus—mencari wujud angin menyapa tangis malam.

Baiklah, aku akan jawab pertanyaanmu meski tak sempurna seperti yang kau pinta. Jika kamu tahu jawaban dari pertanyaan, dari mana kamu berasal, untuk apa kamu hidup, dan pada siapa kamu akan dikembalikan, maka kamu akan tahu dari mana asalku.

Aku adalah salah satu takdir Tuhan yang tak kau ketahui. Aku hidup untuk dirimu—dirimu yang ’hidup’ dan dirimu yang ‘mati’.

Bila dirimu ‘hidup’ aku akan bawa kehidupanmu perlahan penuh kesadaran tanpa paksaan dan selamat sampai kuburan.

Bila dirimu ‘mati’ akan aku bawa kematianmu dengan penuh paksaan kesakitan kesulitan dan siksa yang dahsyat hingga sampailah ke alam kubur.

Di dalam kubur kau akan dapati gelap kelam mencekam bersama ketakutan yang sangat yang tak pernah terbayangkan oleh mata hatimu.