Aku diberi nama kematian agar kamu mempunyai hati yang selalu hadir untuk menjaga racun wajah cantik yang munafik, gemerlap mobil mengkilap, pangkat hingga dagu terangkat mengingatkan kamu pada kehidupan yang sebenarnya, bukan kehidupan yang selalu berganti.
Manis tak selamanya manis. Begitupun juga pahit tak selamanya pahit. Indah tak selamanya indah, kasih tak selamanya kasih, kaya tak selamanya kaya, miskin tak selamanya miskin, rindu tak selamanya rindu, bencipun demikian tak selamanya benci.
Lahir hidup lalu mati. Anak remaja pemuda tua. Dulu cantik tapi sekarang tak satupun yang sudi melirik. Kemarin rumput kering berbaring, esok lusa hujan menyapa dengan kasih sayang yang tetap semuanya adalah fana.
Aku hendak pergi membawa dirimu ke suatu tempat yang tak pernah kau ketahui dan terbayangkan sebelumnya, karena kau tak pernah tahu kapan aku menjemputmu. Itulah sebabnya, Allah memberikan kesempatan pada dirimu memperbanyak bekal agar mendapatkan kasih sayang, di hari dirimu akan di tempatkan dalam kenikamatan, atau kepedihan yang tiada pernah terkira dan terpikirkan ketika kamu hidup di dunia.
Tapi beruntunglah seandainya sebelum aku menjemputmu, sebelumnya kau selalu mencucurkan keringat tiada henti. Kau gunakan matamu untuk selalu membaca kitab suci penuh iman dan aksi, hingga matamu akhirnya buta untuk melihat dunia.
Kau gunakan telinga untuk selalu mendengar suara-suara suci tak kenal putus asa, hingga telingamu menjadi tuli tak mampu mendengar suara tawa, guyonan, dan cengengesanya suara-suara pemuja dunia.
Kau selalu menggunakan lisanmu untuk selalu berdzikir pada Allah, menebar hikmah dan kasih sayang pada yang mencintaimu ataupun yang memusuhimu.
Jika laku-laku itu yang ada pada dirimu, beruntunglah dirimu, sebab nanti engkau akan di temani bidadari yang tak lelah untuk terus digauli.
Kau akan di beri arak dan kau meminumnya tiada henti, tapi kau tak mabuk apalagi mati. Singkatnya, kau akan mendapatkan kenikmatan abadi tiada lelah tiada bosan.
Tujuanku adalah untuk selalu hidup di sisimu agar kamu selalu sadar diri, bahwa hidupmu yang sebenarnya bukan di sini—bukan di dunia ini. Hidupmu bukan untuk kekasih yang cantik rupawan. Bukan untuk memuja pikir memuja pengetahuan.
Satu hal yang harus selalu kau sadari agar hidupmu tak meyaikini dunia sebagai tempat tinggalmu yang sebenarnya. Kau harus sadar, bahwa dirimu berasal dari ketiadaan, lalu ada, kemudian tiada, dan terakhir kau ada dan terus ada—selamanya dalam keabadian.
Yang jelas, kau berasal dari ketiadaan dan berakhir dalam kekekalan, hingga siksa dan pahala menjadi suatu yang mustahil berada dalam kefanaan di hari pembalasan nanti. Kecuali Kemahaadilan, Kemahabesaran, dan Kemahakuasaan Allah yang akan mengubah kekal dan tidaknya pahala atau siksa yang nanti kau dapatkan.
Kini kau telah tahu siapa aku, dari mana asalku, dan untuk apa aku diciptakan. Kini giliranku untuk bertanya padamu. Ketika kamu bangun tidur apa yang pertama kali kamu baca, kamu pikirkan, kamu rencanakan?
Terima kasih atas jawabannya. Mudah-mudahan aku mengerti misterimu. Untuk jawab pertanyaanmu aku hanya bisa jawab Bahwa pertanyaanku padamu adalah jawaban dari pertanyaaanmu padaku. Tamat.