Menu Tutup

Hanya Islam yang Mampu Menghidupkan Hakekat Hidup Manusia di Dunia

Islam itu Menghidupkan manusia saat hadir di dunia. Manusia hidup dengan berbagai kecenderungan dan kebutuhan hidup yang lahir dari potensi manusia.

Jika manusia hanya hidup, mahluk hidup pun sama hidup. Yang membedakannya, yaitu ketika Allah mengutus para Rasul di setiap masa tertentu untuk menghidupkan manusia yang sudah hidup.

Hanya dengan wahyu Allah hidup manusia menjadi hidup. Hidup bukan sekadar hidup. Tapi hidup yang sebenarnya hidup.

Begitu juga ketika Rasul Saw sebagai utusan terakhir Allah yang diperuntukkan untuk seluruh manusia sampai berakhirnya kehidupan dunia. Dengan Islam yang Rasul Saw bawa, tiada lain hanya ingin menghidupkan seluruh manusia yang hidup agar hidupnya benar-benar hidup, bukan sekadar hidup.

Hari ini banyak manusia, terlebih kaum muslimin yang dengan kebodohan dan keangkuhan menolak dan menentang Islam hidup dalam seluruh aspek kehidupan.

Dari mulai orang-orang kafir yang dengan terang-terangan memerangi dan membunuh Islam dan kaum muslimin, sampai orang-orang munafik yang mengaku muslim tapi begitu bencinya jika syariat Islam mengatur seluruh aspek kehidupan.

Mereka tak henti mematikan kehidupan manusia dengan menjegal dan membunuh para pejuang Islam sebagai ideologi, yaitu Islam yang memiliki sistem kehidupan yang sempurna dalam mengurus seluruh kebutuhan umat manusia.

Sejak jatuhnya sistem pemerintahan Islam, umat Islam sudah kehilangan hakekat kehidupan di dunia. Umat Islam menjalani kehidupan dalam kematiannya, yaitu ketiadaan Islam yang menjadi aturan hidup menyeluruh kaum muslimin.

Akhirnya, umat Islam hanya hidup sekadar hidup, tapi kehilangan hakekat hidupnya di dunia.

Dari mulai urusan indvidu, urusan keluarga, urusan kesehatan, pendidikan, politik, sampai pada urusan pemerintahan dan Negara, umat Islam hanya menjadi robot yang dikendalikan sistem kehidupan kapitalisme-sosialisme sebagai sistem yang bertujuan untuk mematikan sistem kehidupan hakiki Islam.

Hari-hari umat Islam mati dalam kehidupannya. Pribadinya dimatikan individualisme. Keluarganya dimatikan oleh gaya hidup materialisme dan sekulerisme. Masyarakatnya dibantai dengan konsep kebebasan berpendapat, berkeyakinan, kepemilikan, dan berperilaku. Negara dan pemerintahannya sudah lama terkubur oleh demokrasi yang selalu dibungkus kemunafikkan dan kebohongan.

Puncaknya, Islam sebagai sistem kehidupan mati dalam kehidupan umat Islam oleh Negara-negara kafir penjajah dan para penguasa muslim yang membebek pada Negara-negara kafir Adi kuasa karena takut, tidak percaya diri, dan sudah sempurnanya cinta pada dunia dan takut pada kematian. Wallahu a’lam

https://t.me/SastraPembebasan