Seluas langit dan bumi sekalipun aku punya amal kebaikan, ternyata tak ubahnya seperti debu yang berterbangan. Tak mampu digenggam, tak bisa digapai. Ketika hari-hari menjalani kebaikan, aku hanya berharap orang lain melihatku sebagai orang baik orang soleh, orang yang penuh kebajikan, dan sebagai orang yang mulia.
Sementara ketika aku dalam kesendirian, aku selalu menyambut dosa dan kemaksiatan
penuh kegirangan dan utuh rasaku dalam kesenangan. Aku selalu melakukan segala hal yang Allah larang. Padahal sebelumnya aku telah berbuat kebaikan di tengah-tengah banyaknya orang.
Ternyata, semua yang aku lakukan hanya berharap pujian dan kemuliaan dari makhluk yang tak bisa sedikitpun memberi manfaat dan kemadhorotan padaku.
Sungguh hinanya diriku yang selalu mengaku orang yang baik, dan selalu melaksanakan berbagai kebaikan. Tapi, kebaikanku tidak mengantarkanku pada ridho dan cintaNya. Sebaliknya, justru mengantarkanku pada neraka dan murkaNya.
Semua itu terjadi karena selama hidup di dunia, aku hanya melakukan kebaikan, dan tiada lelah melakukan kebaikan. Tapi sayang, semua aku lakukan bukan berharap ridho dan cinta Allah yang jadi tujuan. Sebaliknya, pujian manusia yang menjadi tumpuan setiap kali aku berbuat kebajikan.
Yang membuat hidup lebih hina lagi kelak di hari kiamat, adalah ketika saat sendirian, tanpa seorang pun yang melihat apa yang aku lakukan, dengan bangganya aku mengerjakan apa yang Allah larang. Sehingga lupalah segala hakekat amal kebaikan yang aku kerjakan. Tak ada arti apa-apa , penuh kesia-siaan, dan akan membuatku hina di hadapan Allah yang Maha Mengetahui, ketika ridho manusia yang aku harapkan, dan aku selalu melanggar larangan-larangan Allah di saat aku sendirian.
Itulah diriku yang tak pernah menghadirkan keikhlasan setiap kali beramal, dan selalu mengerjakan semua apa yang Allah larang. Sempurnalah kerugian yang aku dapatkan di dunia dan di akhirat.
Ya Allah, sebelum kiamat tiba, sebelum ajalku tiba, beri aku kesempatan untuk menghadirkan keikhlasan setiap aku beramal, baik ketika sendirian, atau saat dalam keramaian. Begitu juga, jauhkanlah hidupku dari segala dosa dan kemaksiatan, baik saat sendiri atau saat banyak orang! Kukuhkanlah sadar imanku untuk tetap berbuat kebaikan hanya semata untuk mengharap cinta, ridho dan pahala hanya dariMu. Astaghfirullaahal adziim.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pada hari kiamat ada sekelompok orang yang membawa hasanah (kebaikan) yang sangat banyak. Bahkan Rasulullah menyebutnya, kebaikan itu bagaikan sebuah gunung. Tapi ternyata, Allah Ta’ala tak memandang apa-apa terhadap prestasi kebaikannya itu. Allah menjadikan kebaikan itu tak berbobot, seperti debu yang berterbangan. Tak ada artinya. Rasul mengatakan, bahwa kondisi seperti itu karena mereka adalah kelompok manusia yang melakukan kebaikan ketika bersama manusia yang lain. Tapi tatkala dalam keadaan sendiri dan tak ada manusia lain yang melihatnya, ia melanggar larangan-larangan Allah.” (HR. Ibnu Majah)