Menu Tutup

Belajar Menjauhi Kemunafikan

Berniat memelihara kejujuran. Tapi mengapa harus disambut dengan kedustaan?

Bertekad menanamkan kepercayaan di atas tanah ikatan janji. Tapi mengapa yang tumbuh subur harus pengingkaran?

Bersungguh-sungguh menunaikan amanah. Tapi mengapa pengkhianatan yang harus jadi kenyataan?

Berusaha Ketawadhuan selalu tawarkan. Tapi mengapa harus dibalas dengan kesombongan?

Inikah kemunafikan yang sempurna yang harus diterima?

Berhentilah menuntut! Mulailah memperbaiki diri sendiri!

Jika sering didustai, bisa jadi karena engkau tidak mau belajar hidup jujur

Jika sering diingkari, bisa jadi karena engkau tak mau belajar tunaikan janji

Jika sering dikhianati, bisa jadi karena engkau tak mau belajar amanah

Jika sering diberi kesombongan, bisa jadi karena engkau tak mau belajar tawadhu.

Cukuplah selalu belajar jujur, amanah, tunaikan janji, dan tawadhu, hidupmu kelak tak kecewa dan tak sakit hati karena didustai, dikhianati, diingkari, dan ditindas oleh kesombongan luar diri

Jika tetap berada dalam pengkhianatan, pengingkaran, kedustaan, dan ditindas kesombongan, jadikanlah kenyataan pahit itu sebagai pembelajaran agar engkau selalu jujur, amanah, tunaikan janji, dan selalu tawadhu

Mudah-mudahan Allah angkat derajatmu, dapatkan ridhoNya, berlimpah pahala, dihapuskan dosa, dan mendapatkan pribadi yang terjauh dari kemunafikan. Aamiin. Wallaahu a’lam