Menu Tutup

Tipikal Orang dalam Merespon Kebenaran

Kebenaran (Allah/Islam) adalah suatu kata yang mudah diucapkan, tapi sulit untuk di temukan bagi siapa saja yang tidak menggunakan akalnya secara optimal.

Andai saja setiap orang bisa berpikir cemerlang dan objektif untuk menemukan kebenaran, niscaya kebenaran akan mudah diterima dan kebenaran akan menjadi pembimbing langkah hidupnya.

Faktanya, tidak setiap orang bisa melakukannya dan mampu menemukannya karena berbagai alasan, latar belakang, dan persepsi yang beragam yang dimilikinya.

Ada orang yang dengan mudah menolak kebenaran Allah dan tetap menolaknya meskipun kebenaran itu sudah nampak depan matanya dan dalam dirinya.

Ada orang yang dengan mudah menerima kebenaran Allah di lisannya, tapi menolak di hatinya.

Ada orang yang menerima kebenaran Allah, tapi tingkah lakunya tidak sesuai dengan kebenaran yang diyakininya.

Ada juga orang yang menerima kebenaran Allah dengan utuh, tanpa sedikitpun ada keraguan di dalamnya, dan dia bertingkah laku sesuai dengan kebenaran yang diyakininya.

Empat tipikal orang di atas adalah mereka yang sudah memiliki informasi tentang kebenaran Allah.

Adapun orang yang belum memiliki informasi tentang kebenaran Allah itu terbagi pada beberapa tipikal:

Ada orang yang keukeuh menolak ketika sudah diberi informasi kebenaran karena kebodohannya.

Ada orang yang menolaknya terlebih dahulu, tapi setelah diberi informasi tentang kebenaran dia menerimanya dengan lapang dada.

Ada juga orang yang menolak kebenaran setelah di beri informasi kebenaran karena ada kepentingan pragmatisnya.

Ada orang yang menerima kebenaran langsung diterima ketika sudah diberi informasi tentang kebenaran tsb.

Masuk pada tipikal manakah kita ketika disodorkan tentang setiap kebenaran yang lahir dari ajaran Islam yang kaffah? Wallaahu a’lam.