Menu Tutup

Belajar Saling Memberi Luka

Saat aku memanjat pohon, kau di bawah melihatku, sementara aku melihat ke atas pohon yang lebih tinggi, sambil tak henti memanjat.

Andai aku takut ketinggian, tentu aku akan segera melihat ke bawah, dan pastinya aku bisa melihat wajahmu penuh khawatir dan takut. Mungkin kau takut aku jatuh dan terluka.

Saat itulah aku mengerti, saat kau mengingatkanku agar hati-hati
menginjak dahan dan ranting, aku jadi ingat bahwa aku sedang di atas, bukan sedang berteduh di bawah pohon rimbun.

Andai kau tak ada saat aku ingin memetik buah mangga, bisa jadi rasa takutku pada ketinggian,
tetap tak akan menyadarkanku. Karena inginku yang lebih besar memakan buah manis bersamamu.

Beruntunglah aku dan dirimu yang masih setia saling memberi luka untuk mendapatkan bahagia, bukan saling bertukar bingkisan
hanya untuk luapkan nikmat sesaat.