Kita akan tahu betapa berharganya nilai kejujuran untuk wujudkan hakekat kebahagiaan, ketika kita selalu belajar jujur saat kebohongan menawarkan “keselamatan” hidup kita.
Mungkin saat berbohong kita bisa selamat dari penilaian orang tentang diri kita.
Namun ingatlah, saat itulah kebohongan ibarat virus mematikan. Tak terasa, perlahan akan membunuh kepribadian kita dengan hilangnya kepercayaan dari luar diri kita. Walau di suatu saat kita jujur, namun kejujuran itu akan sia-sia.
Orang tak akan lagi percaya diri kita. Yang orang tahu bahwa kita seorang pembohong.
Jika penilaian luar diri sudah melekat bahwa kita seorang pembohong, kejujuran apapun yang ditampakkan, tetaplah kita di cap sebagai pembohong.
Ada dua kemungkinan reaksi orang yang suka bohong ketika orang lain telah memvonis dirinya pembohong.
Pertama, si pembohong akan mempertahankan diri tetap berbohong untuk merubah penilaian orang lain dengan selalu menampakkan diri sebagai orang yang jujur, atau ia sudah tidak peduli lagi penilaian orang lain yang membuat dirinya tetap sebagai pembohong.
Kedua, ia ingin merubah dirinya dengan kesadaran bahwa kebohongan yang selama ini ia lakukan telah menghancurkan harga dirinya.
Jika landasan perubahan ini berdasarkan kesadaran iman, tentu ia tidak lagi peduli penilaian orang tentang dirinya.
Ia akan fokus pada kesadaran untuk taat pada Allah dan tunduk pada syariatNya semata-mata keimanan untuk menjauhi segala kebohongan, dan selalu berusaha menjadi jujur karena kesadaran iman pula.
Jika perubahan diri untuk tidak lagi berbohong landasannya karena emosional, tentu kebohongan yang pernah jadi kebiasaan hidupnya akan kembali terulang. Wallaahu a’lam.
BACA JUGA :
- Berhentilah Berharap Kemuliaan dari Manusia!
- Belajar Mengelola Cinta dan Benci
- Belajar Memahami Hakekat Atheisme
- Ketika Musibah Silih Berganti
Baca juga:
- Kebohongan Secara fitrah, tak ada satupun manusia yang senang dibohongi. Artinya...
- Ketika Doa Tak Ada Jawaban Ketika kita meminta pada Allah sesuatu yang dibutuhkan, kadang Allah...
- Menjadi Kaya atau Menjauhi Miskin Bukan Tujuan Hidup Manusia kaya misikinnya manusia, bukan urusan manusia. Yang menjadi urusan manusia...
- Ketika Musibah Dimaknai Sebatas Gejala Alam Masih saja terus berulangMusibah menimpa negeri yang malangUjian, peringatan, atau...
- KETIKA SUDAH NYANDU KORUPSI Sungguh tragis nasib diri yang selalu doyan korupsi selama hidup...