Ketika kita meminta pada Allah sesuatu yang dibutuhkan, kadang Allah justru memberi sesuatu yang sebaliknya.
Kalau kita mau belajar muhasabah dengan sungguh-sungguh, bisa jadi Allah sedang menyadarkan kita tentang arti kesabaran. Agar ketika Allah kabulkan apa yang kita butuhkan, kita sudah siap dengan sikap syukur yang tulus.
Namun, jika Allah menakdirkan tidak mendapatkan apa yang kita butuhkan, paling tidak, kita sudah siap dengan kesabaran yang selama ini telah membiasakan diri untuk bersabar.
Dan jangan kita lupakan, bahwa jika apa yang dipinta tidak Allah berikan, ada banyak kebaikan dan ilmu Allah yang harus dicari dan diraih dengan kesadaran iman dan ketundukkan pada syariatNya.
Bisa jadi Allah tidak atau belum mengabulkan permintaan kita, Allah sedang memberikan sikap rasa tahu diri dan Allah ingin tetap kita dekat denganNya.
Artinya, bisa jadi jika permintaan tersebut Allah kabulkan, sementara kita belum kokoh kesadaran iman dekat denganNya, saat Allah kabulkan permintaan kita, justru membuat kita jauh dengan Allah dan lupa pada Allah.
Bisa jadi juga Allah sedang menguji kesabaran kita untuk mendapatkan ganti yang lebih baik dari yang kita sangka sebagai kebutuhan kita.
Atau, bisa jadi Allah akan membalasnya kelak dengan balasan yang jauh lebih besar dan tidak pernah kita bisa bayangkan mendapatkan kebaikan yang abadi, serta tidak akan berhenti selamanya, yaitu surgaNya, dengan syarat selama di dunia kita ridho terhadap segala ketetapan Allah sampai ajal menjemput kita.
Dan bisa jadi juga, ketika Allah tidak mengabulkan apa yang kita pinta, semua itu bermuara pada diri kita sendiri yang belum memiliki ilmu dari apa yang kita pinta, iman dan amal yang masih lemah dan kurang.
Dengan menyadari kekurangan tersebut, lalu kita tidak berhenti memperbaikinya sampai Allah bukakan ilmuNya pada kita.
Dan akhirnya kita mengerti mengapa Allah tidak mengabulkan apa yang dipinta, serta kita mengerti bahwa Rasa sayang Allah pada kita tidak selalu diartikan memenuhi apa yang kita pinta.
Kadang Allah menahannya agar kita mendapatkan hikmah di balik tidak dikabulkannya doa kita, dan itu sebagai wujud kasih sayang Allah pada kita.
Dan bisa jadi Allah tidak mengabulkan permintaan atau doa kita, karena masih tertutup oleh dosa dan maksiat; atau masih tertutup oleh kausalitas yang kita usahakan belum maksimal dan masih banyak kausalitas yang tidak kita kerjakan; atau bisa jadi belum dilandasi kesadaran iman; atau bisa jadi kausalitas yang kita tempuh masih banyak yang bertentangan dengan hukum syara. Sehingga Allah memberi kesempatan pada kita untuk terus muhasabah, terus berusaha, dan tak henti memohon pada Allah selalu memberi petunjuk dan pertolonganNya pada kita. Wallahu a’lam