Wahai orang miskin! Janganlah berharap bantuan orang kaya! Ujung2nya sakit hati dan kecewa. Belajarlah tahu diri! Buktikan bahwa kau tidak butuh bantuan orang kaya. Musuhilah orang kaya yang bakhil penuh benci dan dendam agar sempurna derita hidupmu.
Wahai orang kaya! Janganlah menampakkan diri orang berada, jika tidak punya rasa peduli pada orang2 miskin! Hinalah orang-orang miskin yang selalu ketergantungan pada dirimu penuh keangkuhan dan bila perlu dzolimi mereka sampai deritanya sempurna. Katakan pada orang-orang miskin yang selalu meminta bantuan padamu, bahwa ketika kau banyak harta, engkau pun banyak kebutuhan. Apa memang orang kaya hanya berkewajiban membantu orang miskin saja?
Mari kita hidup masing2! Nikmatilah kemiskinan dan kekayaan secara egois! Tak perlu lagi ada bahasa empati, peduli, saling tolong-menolong, yang hanya sampai di lisan.
Cukuplah hidup itu untuk diri sendiri. Pikirkanlah kebahagiaan diri sendiri. Pikirkanlah kebutuhan dan keinginan hidup sendiri. Simpanlah nasehat, perintah, dan pesan-pesan moral agama, jika semua hanya membuat sakit hati yang mendengarnya.
Belajarlah menjadi Qarun secara sempurna agar hartamu tak sepeserpun untuk diberikan pada orang-orang miskin.
Belajarlah menjadi Tsa’labah ketika miskin dan ketika kaya agar miskin dan kayamu dinikmati penuh derita.
Sempurnakanlah wahai orang miskin dan orang kaya yang tidak mau belajar membiasakan hidup sesuai aturan agama untuk menjalani hidup miskin atau kaya sesuai hawa nafsu dan bimbingan setan.
Teruslah berjuang menempuh jalan-jalan sombong. Sombongkanlah kemiskinanmu agar engkau sempurna derita dunia dan akhirat. Sombongkanlah kekayaanmu agar engkau puas nikmati kenikmatan jasadi di dunia secara utuh dan menyeluruh.
Berjuanglah sampai ajal tiba! Biarkanlah penyesalanmu tiada guna dan tiada akhir engkau terima di alam kubur, padang mahsyar, yaumul hisab, sampai di neraka atas segala angkuh hidupmu menjadi orang miskin atau orang kaya yang tidak mau tunduk pada wahyu saat menjalankan hidupmu sebagai orang kaya atau orang miskin.
Selamat menjalani hidup egois sebagai orang miskin atau orang kaya.
Mudah-mudahan Allah menyadarkan diri saat ini juga, sebelum semua terlambat agar diri tidak termasuk golongan orang miskin dan orang kaya yang sombong. Orang miskin yang sombong dengan ketiadaan hartanya dan orang kaya yang sombong dengan keberadaan hartanya.