Mengingatmu membuatku takut pada tibanya ajalku
Melupakanmu menjadikanku semakin betah hidupku
Mengingat dan melupakanmu
Silih berganti tangis dan tawa
Tentang adaku di dunia
Tangisku hadir
Kuingat akan segala dosa
Yang aku tunda-tunda untuk tobatan nasuha
Tawaku datang
Kuingat betapa betahnya hidup
Yang seolah-olah tak ada kehidupan setelah kematian
Sayangnya, tawa dan tangisku
Seringkali berlalu begitu saja
Sadarku selalu kalah oleh tawaku
Imanku selalu kalah oleh tangisku
Karena sesalku saat menangis dan tertawa
Tak membuat aku bergegas menyambut seruanNya
Berjalan dan berlari cepat
Menggapai maghfirohNya
Menelusuri tiap jejak syariatNya
Yang sering aku anggap ritual yang membosankan
Saat bersamaan aku pun bosan dengan ketiadaan hadirnya iman saat aku cumbu dunia.
Oh… Lalainya hidupku
Matiku terus mendekat
Dunia semakin menjauh
Sungguh dungu hatiku
Mengejar yang jauh yang pasti hilang
Menjauhi yang dekat yang pasti datang
Yang meninggalkan dunia setiap saat pergi
Yang datang ke dunia setiap waktu tiba
Datang dan pergi
Tak membuatku sadar diri
Harusnya saat ada yang pergi
Aku renungi sepenuh hati
Lalu bersegera tobat yang hakiki
Harusnya saat ada yang datang
Aku resapi penuh keyakinan
Bahwa dunia tempatnya penghambaan
Bukan terjebak pada permainan
Yang melupakan kematian
Oh… Kematian yang pasti datang
Kehidupan dunia yang pasti hilang
Mengapa harus mengingat yang akan musnah
Tapi melupakan yang akan ada selamanya
Oh… Kematian yang sering dilupakan
Engkau pasti menjemputku
Oh… Dunia yang selalu didambakan
Engkau pasti meninggalkanku