Saat tiba sakaratul maut
Yang sakitnya seperti tiga ratus kali tusukan pedang
Bahkan lebih sakit dari itu
Setan begitu besar menggoda
Saat diri lepaskan nyawa
Apa yang terucap
Apa yang diingat
Apa yang diyakini
Tak henti disebut
Laa ilaaha illaallaah muhammadarrasulullah
Ataukah selain itu?
Itulah yang akan menentukan
Apa yang selama hidup ditanam
Maka saat sakaratul maut, apa yang akan terlontar di mulut atau di hati
Kini tibalah saatnya nyawa terlepas dari raga
Menuju alam barjah,
Alam penantian
Sampai tiba dibangkitkan dari kubur
Tibanya kiamat
Datangnya hari berkumpulnya
Seluruh manusia di padang mahsyar
Lima puluh ribu tahun menanti penghisaban
Yang satu harinya di akhirat
Sama dengan seribu tahun di dunia
Semua telanjang
Semua bukan sibuk saling melihat aurat
Tapi sibuk dengan takut, cemas yang maha dahsyat
Tentang segala kisah dan amal di dunia
Akankah berakhir rugi atau untung?
Apakah akan berakhir surga atau neraka?
Apakah akan berakhir ridho atau murkaNya?
Semua tak ada yang bisa mengelak
Segala catatan amal selama jalani kehidupan yang fana
Meski hanya sebesar dzarrah sekalipun
Hingga tibalah keputusan dari Yang Maha Adil, Maha Segalanya
Ada yang langsung masuk surga
Ada yang langsung masuk neraka
Ada yang di neraka sementara
Ada yang di neraka selamanya
Ada yang menyesal tapi tak lagi berguna
Ada yang bahagia penuh cinta
Semua kembali saat selama hidup di dunia
Apakah selama di dunia lebih banyak taat atau maksiat?
Apakah selama di dunia lebih banyak syukur atau kufur?
Apakah selama di dunia lebih banyak sabar atau aral?
Apakah lebih banyak tangis meratap atau tangis cinta Allah yang selalu didekap?
Apakah banyak berinfak ataukah banyak bakhil?
Apakah merasa kaya yang kerjanya selalu menghina yang sengsara?
Apakah merasa miskin yang kerjanya selalu murka pada orang kaya?
Apakah banyak menghina ataukah banyak memuja?
Apakah banyak sombongnya daripada tawadhunya?
Dan begitulah seterusnya
Amalan dunia menentukan nasib di hari yang abadi