September ini genap usiaku 40 tahun. Selama itulah aku telah hidup di dunia ini.
Jika dihitung usia balighku, berarti kurang lebih 26 tahun aku menjalani kehidupan yang tidak pernah luput sedikitpun dari catatan-catatan kebaikan dan keburukan yang telah dicatat malaikat.
Sebesar dzarroh pun kebaikan atau keburukan telah tercatat sudah. Aku tidak tahu amalan apakah yang lebih banyak aku dapatkan, apakah kebaikan ataukah keburukan?
Yang jelas, hidupku hari ini adalah penentu nasib hidupku di hari esok, entah itu esok dunia atau esok di hari tiada akhir, yaitu hari kiamat dan hari penghisaban–hari yang menentukan nasib hidupku. Karena hari itu aku harus mempertanggung jawabkan seluruh hidupku ketika di dunia.
Aku malu pada diriku. Ketika aku sadar bahwa umurku terus berkurang, namun masih saja aku menambah beban dosa hidupku baik yang disengaja atau yang tidak disengaja; baik itu dosa besar atau dosa kecil; baik itu dosa pada sesama ataupun dosa pada Allah.
Sungguh tidak tahu diri, jika sisa umurku dan nikmat yang telah Allah berikan padaku selama ini tidak aku manfaatkan untuk kebaikan dan ketundukkan pada seluruh syariat-Nya.
Ya Allah, Engkau Maha Tahu apa yang ada dalam hatiku, pikiranku, dan apa yang dilakukan oleh jiwa dan ragaku.
Ampunilah aku ya Allah, atas segala kebebalan hidupku selama ini yang masih saja betah mengulur-ngulur waktu karena kelalaianku, dan betahnya diriku menikmati dunia yang Engkau berikan padaku selama ini!
Berikanlah aku kekuatan untuk selalu berada dalam ketaatan dan tunduk pada seluruh syariat-Mu!
Janganlah aku diberi kesempatan lagi untuk menyesali kehidupan duniaku, atau janganlah Engkau berikan pada jiwa lupa diri karena betahnya aku hidup di dunia yang sementara, main-main, dan penuh tipuan ini!
Ya Allah, beri aku keoptimisan untuk selalu mengharap rahmat dan ampunan-Mu dalam menjalankan ketaatan pada-Mu! Tanpa keoptimisan, hidupku akan selalu dalam penyesalan.
Ya Allah, berilah aku rasa takut hanya kepada-Mu untuk selalu mendapatkan pahala dan ridho-Mu semata! Tanpa rasa takut pada-Mu, hidupku akan selalu lupa diri.
Ya Allah, berikanlah aku kekuatan untuk selalu serius dalam menulis, serius dalam berdakwah, serius dalam mencari ilmu, serius dalam mencari nafkah, serius untuk selalu memperbaiki akhlak dan kepribadianku, serta serius dalam menjalankan ketaatan pada seluruh syariat-Mu semampu hidupku!
Ya Allah, tunjukkanlah padaku pintu-pintu rizki-Mu, dan berikanlah aku kekuatan tanpa batas untuk menjemput rizki-Mu demi tanggung jawabku pada keluargaku dan hamba-hamba-Mu yang lain!
Ya Allah, berikanlah aku kemudahan dan ketekunan dalam mencari ilmu dan mengembangkan minat menulisku, dan jadikanlah tulisan dan ilmuku semata-mata hanya untuk mengharap pahala dan ridho-Mu, serta jadikanlah ilmuku benar-benar bermanfaat untuk diriku dan seluruh umat manusia di dunia dan akhirat! Aamiin ya Allah ya Robbal aa’lamiin