Menu Tutup

Galaunya Cinta Para Pejuang

Cinta,
Aku coba sapa dirimu
Yang hanya bisa menghitung untung rugi
Di lapak dan pasar-pasar para kapitalis dalam rintihan mimpi yang berbalas kabut

Cinta,
Di sana aku hanya bisa menanti
Kecupan rindu di ujung peradaban
Yang senantiasa melambai-lambai
Mengajakku menari di atas permadani kepalsuan sekulerisme

Cinta,
Sambutan yang selalu kau ucapkan
Pada hati yang terus mengadu
Pada akal yang terus jemu
Menata hari yang selalu difitnah zaman
Menerawang esok yang selalu terhalang awan kegelisahan mimpi manusia kemarin
Menyatukan keyakinan disela-sela kerapuhan sarang laba-laba
Yang bergelantungan diantara harapan-harapan palsu manusia modern.

Oh cinta,
Aku di sini tetap menunggu
Bersama keringat dan kesadaran
Yang merangkak memuja-Nya
Dalam rintihan tasbih agar keluar dari kekotoran
Dalam erangan tahmid agar terbebas dari keangkuhan
Dalam kicauan takbir agar terlepas dari kesombongan

Oh cinta,
Aku dapati kini kau tertunduk malu
Menunggu sahutan spiritual
Menyambut kegemilangan peradaban
Yang selalu dinanti dan diperjuangkan

Cinta,
Di sini aku tetap menanti
Dalam cinta yang telah terbagi