Ya Allah, tundukkan naluriku untuk tetap taat pada segala syariatMu!
Ya Allah, tundukkan akalku untuk tetap memahami segala kebenaran syariatMu baik yang sudah aku pahami, yang sedang aku pahami, dan yang akan aku pahami!
Ya Allah, ikatlah naluri dan akalku hanya dengan rukun iman, dan gerakanlah niat, ucap, dan lakuku hanya semata-mata taat pada segala syariatMu semampu kuasaku yang Engkau karuniakan padaku!
Ya Allah, cukuplah Engkau sebagai saksi, Engkau sebagai penolong, dan Engkaulah sebagai satu-satunya labuhan segala sikap, pikir, dan tingkah lakuku dalam jalani hari-hari sisa nafas hidupku ini!
Ya Allah, mustahil ampunan, rahmat, dan ridhoMu Engkau karuniakan pada hambaMu yang hina dan tak tahu diri ini, jika Engkau tak karuniakan taubatan nasuha padaku yang aku jalani setiap saat, setiap detik, setiap hela nafasku sampai ajalku tiba. Maka, karuniakanlah padaku taubatan nasuha detik ini, sampai detik terakhir hidupku agar ampunan, rahmat, dan ridhoMu Engkau karuniakan padaku!
Ya Allah, untuk apa aku meminta surgaMu, jika hari-hari tak aku isi dengan taubatan nasuha. Untuk apa aku memohon pertolongan, ampunan, rahmat, dan ridhoMu, jika setiap saat setiap waktu, aku tak hadirkan taubatan nasuha atas segala niat, ucap, dan laku hidupku.
Ya Allah, cukuplah taubatan nasuha yang aku harapkan dariMu, agar Engkau hadirkan dalam setiap hela nafas hidupku, sampai tiba akhir hidupku dalam husnul khotimah yang Engkau karuniakan untukku!
Ya Allah, karuniakanlah taubatan nasuha padaku! Sebab jika hanya mengandalkan diri yang begitu kelam dengan dosa-dosa, tanpa memohon dengan sadar iman yang utuh agar Engkau karuniakan padaku taubatan nasuha, sungguh betapa semu dan palsunya taubatan nasuhaku. Hanya dengan karunia dan kasih sayangMu, aku bisa jalani taubatan nasuhaku, bukan karena mengandalkan kekuatan diri yang begitu rapuh dan lemah karena hanya Engkaulah dan hanya karuniaMu lah aku bisa jalani taubatan nasuha karena Engkau “Laa haula walaa quwwata illa billahi”