Menu Tutup

CintaNya Ada pada Semua

Siapa yang tak punya derita? Daun yang jatuh dari ranting pun juga pernah memiliki luka. Namun seringkali tangis diartikan derita, meski tak selalu berderai air mata.

Segala yang dicipta sudah tercatat karena kuasaNya. Bukan tak berharta atau banyak harta. Bukan tak berkuasa atau berkuasa. Dan bukan tak berupa atau punya rupa. Semua itu bukanlah objek tangis dan tawa.

Semua berpulang pada tangis karena cinta padaNya sedalam lautan, setinggi langit, sejauh cakrawala. Atau ada tawa tanpa suara karena takwa padaNya.

Wujud semua itu tercermin dari sikap sabar yang bukan sekadar ucap, dan rasa syukur yang bukan sebatas lisan.

Semua ada karena yakin akan pujianNya pada hamba yang tak merasa sengsara karena tak punya rupa, tahta, dan harta, dan tak merasa tinggi hati karena punya mersi, kursi, dan roti.

Ia tetap teguh ridho dan memujaNya atas segala takdir yang ditetapkanNya padanya. Hingga musnahlah segala derita, meski luka tetap ada pada air mata, dan bahagia ada pada tawa.

Namun, ia tetap melangkah menuju tempat penantianNya, ridhoNya, dan surgaNya yang mampu menghapus segala derita dunia. Karena cintaNya ada pada semua.