Andai matahari terbit sampai hari ini,
masih adakah yang mau melupakanNya
dan tidak mau tunduk pada hukumNya?
Sayang dunia bukanlah tempat membuka segala rahasiaNya
Dunia adalah tempat keyakinan terhadap segala kebenaranNya
agar kelak hari penghisaban tiba,
tak ada seorang manusia pun yang protes padaNya.
Lagi-lagi sayang dunia bagi sebagian manusia,
adalah arena pembangkangan bahkan permusuhan
yang sengaja atau yang tidak sengaja
bagi manusia yang dininabobokan fatamorgana dunia
dengan bangga menantang adzabNya,
menantang hukumNya,
menantang kekuasaanNya,
menantang kebenaranNya.
Ada yang melawanNya dengan kapitalisme
ada yang melawanNya dengan demokrasi
ada yang melawanNya dengan komunisme-sosialisme
ada yang melawanNya dengan HAM
ada yang melawanNya dengan LGBT
ada yang melawanNya dengan budaya lokal
ada yang melawanNya dengan dalih perang melawan terorisme, radikalisme, transnasional
ada yang melawanNya dengan dalih Islam moderat, Islam inklusif, dan Islam nusantara
ada yang melawanNya dengan liberalisme dan turunnya
ada yang melawanNya dengan dalih pancasila dan NKRI harga mati
ada yang melawanNya dengan dalih toleransi dan kerukunan
dan sejuta perlawanan lainnya dengan penuh ragam wajah
Ada yang dengan jujur memakai wajah kekufuran
ada yang malu-malu memakai wajah kefasikan
ada yang pura-pura membela padahal benci dengan wajah kemunafikan
ada yang sembunyi-sembunyi karena inginnya selalu mengamankan kepentingan wajah, perut, dan kemaluan.
Begitulah dunia.
Aku, kamu, kami, dia, mereka, kalian, dan kita semua
seringkali tertipu dengan segala yang nampak
nampak benarnya
nampak indahnya
nampak nikmatnya
nampak bahagianya
nampak gembiranya
nampak lezatnya
nampak segala hal yang selalu memuaskan jasmani dan naluri
Tapi sering lupa apa yang ada di balik dunia
apa yang ada setelah kematian
apa yang ada ketika sering menentangNya
apa yang ada di balik banyaknya melakukan kelalaian dan kemaksiatan
dan apa yang ada di balik dunia ini
Keabadian akhirat
kengerian dan pedihnya neraka
kenikmatan abadi surga
keridhoanNya sebagai puncak segala kenikmatan dunia dan akhirat
ketaatan kepada seluruh syariatNya dalam seluruh aspek kehidupan
sebagai jaminan bahagia dunia dan akhirat
semua sesaat, semuanya seringkali lupa
semua dianggap angin lalu
Oh, dunia…
Aku malu hidup di dunia..
Aku malu jadi hambaNya