Menu Tutup

Ya Rasulallah, Kami Baru Bisa Sebatas Marah

Ya Rasulallah, hari ini umatmu ada yang marah karena cinta padamu saat engkau dihina dan dinistakan oleh orang kafir.

Ada juga umatmu yang malah membela yang menghinamu dengan berlindung atas nama akhlakmu yang mulia, sambil nyinyir pada umatmu yang marah karena engkau dihina.

Ada juga umatmu yang acuh tak acuh saat engkau dihina. Ada juga umatmu yang benci dan marah hanya di hati saat engkau dihina.

Dan mungkin ada umatmu yang malah membela dengan sikap sombong dan bangga terhadap orang kafir yang menghina dan melecehkanmu.

Ya Rasulallah, maafkanlah kami sebagai umatmu yang masih jauh panggang dari api untuk mencintaimu setulus hati dan seutuh iman saat engkau ada yang menghina dan merendahkan kemuliaanmu.

Kami hanya bisa marah karena Allah untuk membelamu. Kami baru sebatas marah hanya lewat lisan dan tulisan.

Maafkanlah kami wahai kekasih Allah, hanya itu yang bisa kami lakukan sebagai wujud cinta kami padamu.

Mungkin cinta kami ini baru sebatas di bibir dan baru sebatas harapan. Tapi kami mohon, masukanlah kami sebagai umatmu yang akan mendapatkan cinta dan syafaatmu.

Jauhkanlah kami dari golongan orang-orang yang tidak akan mendapatkan cinta dan syafaatmu, yaitu mereka-mereka yang menjadikan diri, keluarga, kelompok, kekayaan, dan kekuasaan yang lebih mereka bela dan cintai daripada engkau, saat dirimu ada yang menghina dan melecehkan.

Ya Rasulallah, maafkanlah kami yang belum bisa sempurna, bahkan banyak kurang dan lemahnya untuk mencintaimu dan untuk membelamu saat dirimu ada yang menghina.

Meski demikian, kami masih tegas sebagai pembelamu, sebagai pengikutmu, sebagai umatmu yang begitu besar berharap cinta dan syafaatmu.

Kami ada pada posisi untuk marah saat engkau dihina, meskipun dalam kondisi selemah-lemah iman. Daripada kami selalu memposisikan seolah bijaksana dan cinta kedamaian, padahal hakekatnya kami sedang menipu diri kami sendiri. Yaitu, kami lebih takut kehilangan pujian manusia, kekayaan, dan kekuasaan, daripada kami takut kehilangan cinta dan syafaatmu karena kami lebih meyakini atas nama toleransi dan perdamaian daripada meyakini atas nama iman dan cinta pada Allah dan engkau.

Ya Rasulallah, masukanlah kami pada golongan orang-orang yang mendapatkan cinta dan syafaatmu. Dan jauhkanlah kami dari golongan orang-orang yang mengaku cinta dan berharap syafaatmu, tapi saat engkau dihina, mereka lebih bangga membela yang menghinamu, dan mereka begitu benci, marah, dan selalu nyinyir pada umat yang membelamu saat engkau dihina oleh orang kafir dan munafik.