Menu Tutup

Makna Sesal

Rasa sesal itu ada karena berpikir setelah berbuat. Kalau rasa sesal itu terus berulang-ulang, itu artinya pikiran sudah dikuasai nafsu.

Jika pikiran sudah dikuasai nafsu, akan sulit melakukan perubahan. perubahan baru akan terjadi ketika pikiran menguasai nafsu/naluri.

Untuk memposisikan agar pikiran menguasai nafsu, hal yang sederhana namun berat dilakukan adalah dengan mengumpulkan berbagai informasi yang baik dan benar dari fakta dan hukum syara, yang dilakukan secara berulang-ulang.

Ketika sudah menjadi kebiasaan, maka pemahaman akan menjadi kekuatan pengendalian nafsu.

Jika nafsu sudah dikendalikan pikiran, dengan sendirinya rasa sesal perlahan namun pasti, akan hilang. Karena tingkah lakunya berjalan sesuai pemahaman yang benar.

Jika pemahaman yang benar ini telah menjadi kebiasaan, secara alami, perubahan dari suka menyesal akan berubah menjadi suka bersyukur, suka introspeksi, suka menggali segala hal yang sudah diketahui, dan suka mencari apa yang belum diketahui dengan tujuan untuk terus menyempurnakan pemahamannya agar mendekati pada kebenaran agar tingkah lakunya mendekati pada diterimanya sebagai amal soleh, sekaligus mengubur rasa sesal. Wallaahu a’lam