Setiap kali berenang di comberan,
Nafasku tercekik mau mati.
Mulutku penuh dengan air bekas
cuci piring dan pakaian.
Aku pun hanyut dalam jiwa yang gelisah
Lalu bergegas ke kamar mandi
Keramasi rambut di kepala
penuh dengan kotoran manusia,
yang diproduksi oleh para pemuja dunia,
yang juga masih memuja Tuhan
hanya sebatas ritual.
Lalu aku bersihkan seluruh badan
yang penuh dengan lumpur dosa
para pemuja kekuasaan dan kemewahan,
yang sengaja dibuat
untuk memanjakan haus eksistensi
manusia-manusia yang menjadi akhirat sebagai guyonan.
Betapa tidak, percaya adanya akhirat,
tapi perhitungan dunia selalu dilupakan
Bagaimana hari-harinya membelakangi Tuhan,
tapi masih yakin ampunan Tuhan jadi andalan
Selesai mandi,
ternyata aku lupa tak pakai shampo dan sabun mandi.
Aku kembali mencebur
ke comberan peradaban
yang selalu mengaku modern dalam kehidupan cangkang,
tapi primitif dalam spiritual