Mengapa aku harus mabuk dengan harta, tahta, dan rupa, jika Allah yang jadi rekan bisnis hakiki? Allah jual agama-Nya padaku. Harusnya aku beli dengan harga mati—menyerukan Islam, memerintah pada kebaikan, mencegah dari kejahatan, berjihad sehabis tenaga, sehabis pikiran, sehabis harta, sampai habisnya keringat dan darahku, yang semuanya hadir dari bisnis cintaku denganNya.
Harusnya aku juga siapkan modal dengan habiskan hari-hariku dalam iman yang utuh, dalam ikhlas yang kukuh, dalam tawakal yang penuh, hanya untuk satu tujuan, mengembalikan kehidupan Islam agar terwujud rahmat bagi seluruh alam.
Bukankah itu semua adalah sebaik-baik amal, sebaik-baik perbuatan, dan sebaik-baik keyakinan menjadi hamba-Nya yang sempurna—menjalankan perintahNya dan meninggalkan larangan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan?
Duhai, yang membolak-balikkan hati kami! Peliharalah kami dengan petunjuk, pertolongan, dan KemahakuasaanMu, dalam mengemban misi hidup kami!
Kami selalu berharap, niat, ucap, dan tingkah kami dalam pandanganMu adalah amal yang paling agung. Karenanya, karuniakanlah pada kami keistikomahan berada di jalanMu sampai keringat kami habis tak tersisa, hanya untuk berbisnis denganMu!