Menu Tutup

Bacalah dengan Menyebut Nama Tuhanmu!

Tidakkah kita tahu bahwa wahyu pertama yang Allah turunkan adalah tentang membaca? Membaca yang bukan sembarang membaca.

Bukankah Islam juga mampu membangun peradaban yang gemilang selama belasan abad, itupun karena mereka suka membaca? Lagi-lagi membaca yang bukan sembarang membaca.

Bukankah Eropa atau Barat juga mencapai “kemajuan” ilmu pengetahuan dan teknologi, juga karena mereka suka membaca? Membaca yang bukan sembarang membaca.

Bukankah pula setiap orang yang ingin sukses selalu diawali dengan suka membaca? Membaca yang bukan sembarang membaca.

Segala hal tentang makna kesuksesan berawal dari membaca. Yang tentunya bukan membaca sembarang membaca.

Sebaliknya, kehancuran sebuah peradaban berawal dari karena meninggalkan minat baca.

Kehancuran sebuah negeri, kehancuran sebuah masyarakat, dan kehancuran setiap diri berawal dari hilangnya kehendak untuk membaca.

Dunia bisa kita pahami dan bisa kita taklukkan berawal dari membaca.

Membaca bukan hanya sekadar melihat teks susunan kalimat lalu dipahami akal secara selintas.

Membaca adalah aktivitas berpikir–membaca adalah penggunaan akal dalam memahami segala realitas penuh dengan kesungguhan yang berawal dari proses penginderaan terhadap segala fakta, objek atau realitas yang diindera.

Lalu hasil penginderaan tadi dipindahkan ke dalam otak. Kemudian otak mengolahnya dengan adanya informasi awal tentang fakta/objek yang di indera tadi.

Dan akhirnya akal mengeluarkan hukum atau kesimpulan dari fakta yang diindera tadi.

Jadi, membaca=berpikir= aktivitas akal. Dan akal itu sendiri adalah sumber kekuatan manusia, sekaligus sebagai keistimewaan manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya.

Membaca bukan hanya diasosiasikan dengan buku semata.

Membaca dalam arti luas adalah memahami segala realitas yang bisa di indera ataupun tidak berdasarkan adanya informasi awal, otak, alat indera, dan fakta/ objek yang dipikirkan.

Barat maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi hari ini karena membaca.

Umat Islam hari ini mundur dan selalu menjadi objek penindasan orang-orang kafir dan munafik salah satu faktornya karena meninggalkan kebiasaan membaca.

Bedanya kemajuan Islam dulu dengan Barat yang sekarang hanya pada persoalan iqro’ dan iqro’ bismi robbika.

Barat maju hanya sebatas iqro’. Karena dunia Barat hanya meyakini kebahagiaan itu hanya di dunia. Kalaupun mereka percaya akhirat, itu hanya sekedar percaya, tapi tidak pernah mereka wujudkan dengan perbuatan. Karena keyakinan hidup di Barat hanya berlandaskan akidah sekulerisme.

Sedangkan umat Islam dulu maju karena mampu merealisasikan makna iqro’ bismi robbika dan yakin makna kebahagiaan itu bukan sebatas dunia, tapi harus berorientasi pada kebahagiaan yang abadi, yaitu di akhirat.

Jadi, ketika hendak meraih kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, maka bacalah tiada henti dengan menyebut nama Allah. Wallaahu a’lam