Menu Tutup

Cintaku Ternyata Hanya Bualan

Cintaku Ternyata Hanya Bualan

Aku tak tahu, masihkah ada rindu ketika matahari hanya menyisakkan kegelapan? Aku tak tahu, masihkah ada cinta ketika lilin telah mencair terbakar api? Aku tak tahu, masihkah ada sayang ketika semua gelap, meski mengaku punya cahaya? 

Di mana kini cahaya-Nya bersinar? Di kala hatiku telah gelap dengan cinta pada dunia. Di manakah al-Quran sebagai petunjuk jalan hidup dan penerang kegelapan? Di kala ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sandaran kebenaranku. 

Di manakah semua cinta akan berlabuh pada kebenaran risalah Rasul saw.? Di kala aku telah menjadikan demokrasi sebagai uswah terbaik bagi pengaturan kehidupanku. 

Oh, malapetaka apa lagi yang akan aku rasakan, ketika hari ini semua derita telah sempurna umat manusia terima; semua akar keyakinan telah berubah menyembah keangkuhan intelektual; menjadikan akal sebagai satu-satunya cahaya kebenaran. 

Sementara itu, firman Allah di buang ke dalam tong sampah peradaban. Logika kebenaran telah mengganti peran Allah dalam kehidupan. Kebenaran-Nya hanya berlaku di mesjid dan acara-acara ritual. Sementara itu, politik, hukum, ekonomi, sosial, dan aspek kehidupan lainnya diserahkan pada kenyataan untuk selalu mencintai dunia dan melupakan akhirat. 

Masih adakah cintaku pada Islam? Masih adakah rinduku u pada syariat Islam? Masih adakah mabuk cintaku pada kebenaran Islam?

Oh, ternyata cinta, rindu, dan sayangku, semua baru sebatas kata. Adapun bukti,  selalu saja sepi dalam pertarungan peradaban. 

Politik yang aku praktekan tetap menghalalkan segala cara. Ekonomi yang aku jalankan tetap berbasis riba. Aktifitas Militerku tak mengenal jihad. Aktifitas sosialku hanya melanggengkan kebebasan yang kebablasan. Budayaku masih kukuh indiviudalis, hedonis, dan materialis. Hukumku masih percaya pada keadilan, tapi tak pernah menegakkannya. Sistem pendidikanku masih mengajarkan kebodohan, meski mengatasnamakan untuk mencerdaskan bangsa. 

Dan segala aspek kehidupanku, masih keukeuh memuja dan mencintai dunia, tapi selalu enggan menerapkan aturan Allah dalam dalam seluruh aspek kehidupan. 

Sampai kapan aku memeluk kepalsuan cinta ini? Apakah sampai aku menyesal yang tiada guna untuk menyesal? Ketika kematian tiba; ketika akhirat datang; baru aku sadar, bahwa ternyata cintaku pada Islam hanya gombal dan hanya bualan.