Menu Tutup

Jika

Jika memang ridho Allah yang menjadi tujuan, mengapa harus ada konflik yang lahir dari keegoisan?

Jika memang Allah yang menjadi tumpuan harapan, mengapa harta, tahta, dan rupa yang selalu mengikat diri dan akal setiap saat?

Jika Allah yang menjadi labuhan semua cita, mengapa masih saja berharap pada manusia yang tak akan pernah mampu sedikitpun memberi kebaikan dan kemadharatan?

Mengapa, mengapa, dan mengapa sering kali mengaku beriman, tapi ilmu dan amal selalu tinggalkan?

Ampuni diri ini ya Allah, atas segala dosa dan kejahilan hidupku selama ini…