Hinalah Nabi Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم sehabis hinaanmu wahai kaum kafir! Jangan hentikan hinaanmu! Puaskanlah kebencianmu dengan caci maki yang paling keji dan jijik! Sampai tiba saatnya kau terbujur kaku di kubur yang penuh sesal tak berkesudahan. Laknat dan siksa Allah akan menimpamu di dunia dan akan abadi di akhirat.
Teruslah bela yang menghina Nabimu sehabis pembelaan! Teruslah cari muka dan simpati dari siapa saja yang menghina Nabimu! Keluarkanlah segala alasan, dalil, dan apologi yang seolah-olah benar menurut agamamu! Tapi ingatlah! Allah tak bisa kau tipu dan tak bisa kau bohongi! Tunggulah masanya tiba. Dalam kubur kau merugi berlipat-lipat. Laknat dan siksa yang tak henti kau dapat. Sebab, sebelum wafat, kau tak bertobat di saat kau menjadi pendukung dan pembela para penghina Nabimu.
Jangan kau henti bela Nabimu yang mulia, Nabimu yang paling Allah cintai, dan Nabimu yang akan memberikan syafaat padamu di akhirat! Jangan kau takut menentang dan melawan para penghina dan pendukung yang menghina Nabimu! Itu hanya sesaat. Itu hanya sebentar.
Kuasa mereka yang menjadikan mereka tak tersentuh hukum, entah itu yang menghina Nabimu, atau yang mendukung dan membela penghina Nabimu. Biarkan sesaat mereka tertawa, merasa menang dan merasa benar sendiri. Itu tidak akan lama. Begitu juga rasa sakit dan luka hatimu saat membela Nabimu, juga tak akan lama.
Namun yakinlah, engkau akan mendapatkan pertolongan Allah dan syafaat Nabimu di dunia dan akhirat. Sebab, waktu di dunia, engkau berpihak untuk membela Nabimu saat dihina. Engkau tidak berpihak pada para pendukung dan pembela yang hina Nabimu, yang selalu berlindung atas nama akhlak Nabimu, atas nama toleransi, atas nama kasih sayang, dan perdamaian.
Sebab kata-kata palsu itulah yang membuat mereka selalu bermuka dua. Mengaku umat Nabimu, tapi membela yang hina Nabimu, yang merasa berada di pihak pecinta Nabi dan ajaran Nabimu.
Padahal mereka adalah para pengkhianat Nabimu karena tertipu oleh ketakutan tidak makan, takut kehilangan kekayaan, takut jatuhnya kekuasaan, dan takut hilangnya kemuliaan dan kehormatan dari manusia.
Sekali lagi, silahkan yang suka menghina Nabi Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم untuk terus menghinanya! Silakan yang suka mendukung yang menghina Nabi صلى الله عليه وآله وسلم untuk terus membelanya! Begitu juga, teruslah bela Nabi Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم yang dihina dengan pembelaan karena cinta pada Allah dan Nabimu semata!
Semua punya konsekuensi. Semua ada perhitungannya, baik di dunia maupun di akhirat. Yang pasti, hanya orang berakal dan hanya orang yang yakin ada kehidupan abadi setelah dunia fana ini, yang akan teguh membela Nabinya penuh iman, meskipun nyawa yang menjadi taruhannya. Wallaahu a’lam.