Ternyata kabut itu semakin hari semakin pekat dan gelap.
Aku tak tahu lagi apa yang ada di depanku
apa yang ada di belakangku
apa yang ada di sampingku
apa yang ada di atasku
apa yang ada di bawahku
dan apa yang ada dalam diriku.
Ternyata kabut itu semakin hari semakin pekat dan gelap.
,Aku tak tahu lagi siapa musuhku
siapa temanku
siapa sahabatku
siapa cintaku
siapa diriku sebenarnya.
Ternyata kabut itu semakin hari semakin pekat dan gelap.
Aku tak tahu lagi dimana aku berada
dimana aku harus berpijak
dimana aku harus berhenti
dimana aku temukan diriku
dimana cahayaku berada
Ternyata kabut itu semakin hari semakin pekat dan gelap.
Aku tak tahu lagi kapan aku hidup
kapan aku mati
kapan aku akan tahu luar diri
kapan aku harus meleburkan diri
kapan aku tahu diri
kapan aku berhenti bertanya diri dan luar diri
Ternyata kabut itu semakin hari semakin pekat dan gelap.
Aku tak tahu lagi mengapa harus terjadi
mengapa tidak mau terjadi
mengapa harus tetap tak tahu diri
mengapa aku tak bisa lagi bertanya mengapa.
Ternyata kabut itu semakin hari semakin pekat dan gelap.
Aku tak tahu lagi bagaimana aku kembali suci
bagaimana aku kembali tahu diri
bagaimana aku kembali pada Tuhanku
bagaimana aku usir semua kabut
yang lama membuatku tak tahu lagi
kapan terakhir kali aku rendah hati
kapan terakhir kali aku ikhlas
kapan terakhir kali aku bijaksana
kapan terakhir kali aku arif
kapan terakhir kali aku tawadhu
kapan terakhir kali aku sabar
kapan terakhir kali aku tawakal
kapan terakhir kali aku bertakwa
kapan terakhir kali aku memberi cinta
kapan terakhir kali aku memegang teguh iman
kapan terakhir kali aku sadar sesadar-sadarnya
bahwa selama aku mencintai kedaulatan diri
selama itu pula aku akan tetap hina dalam pandangan Allah
aku akan tetap sombong terhadap sesama
dan aku selalu menilai mulia ketika menilai diriku sendiri
Oh, kabut hilanglah sekilat cahaya!
agar cahaya yang selalu jadi pemapah jalanku menuju RidhoNya.