Suaraku hanyalah bisikan yang tak terdengar diantara bisingnya suara-suara kaum agamawan dan ilmuwan yang selalu berselancar di atas ombak kepedihan umat dan rakyat.
Teriakanku hanyalah nada sumbang yang tak bergema karena tertutup suara-suara merdu para pemuja ilmu, harta, dan tahta yang telah menghabisi semua kata-kata kebenaran.
Igauan para pemabuk dunia yang diwakili oleh para pengikut Firaun, Hamman, Bal’am, dan Qorun telah menutup segala pintu kebajikan wahyu-Nya.
Kini hanya tersisa isakan tangis orang-orang pinggiran yang masih yakin akhirat tapi dilupakan oleh para pemuja dunia.
Nasib mereka hanya bergantung pada keyakinan yang selalu ditaburi keringat kesabaran dan keberanian.
Hanya itu yang tersisa. Selainnya, sudah habis dimakan oleh si rakus hormat, si gila tahta, dan si hamba harta.
Semoga suaraku tak berhenti dalam tangis dan keringat.