Luka itu masih ada
Tak juga lekas
Tinggalkan dada
Ku yang sesak menghirup hidayah
Ku yang dungu meraih taufik
Ku tetap tak juga berserah
Tunduk merunduk
MenungguMu
MenjemputMu
Dalam pasrah
Rebahkan segala lelah
Aku yang masih menangis
Aku yang masih tertawa
Aku yang masih bahagia dalam dosa
Aku yang masih sengsara sesali dosa
Tangisku tawarkan
Tawaku bakar
Tapi mengapa abu kenangan
Masuk pada mata bathinku
Tak juga lepas menantiMu
Juga tetap setia dosaku
Aku masih di sini
Sadarku tak juga siuman
Tangisku masih sibuk menyesal
Tapi hari kemarin tak henti melambai
Mengajakku bermain lumpur
Di hati yang basah
Karena sembab air mata
Tak juga kering