Ya Allah, tak ada urusan dalam hidup ini yang tidak Kau atur.
Terangilah kesadaran akalku untuk selalu tak henti mencari, menggali, mendalami, melaksanakan segala apa yang aku ketahui dari aturan-Mu!
Tidaklah mungkin aku berniat, berucap, dan bertingkah yang tak pernah mengindahkan aturan-Mu, lalu aku berharap surga Kau berikan padaku.
Ya Allah, bagaimana aku bisa memperbaiki agamaku, jika Kau tak terangi akalku dengan firman-Mu.
Bagaimana mungkin firman-Mu menerangi akalku, jika kehendakku bukanlah Diri-Mu.
Bagaimana mungkin kehendakku adalah Diri-Mu, jika sadar akalku tak mengikat naluri dan jasmani untuk selalu tunduk pada perintah dan larangan-Mu.
Tidaklah mungkin akal, naluri, dan jasmaniku akan tunduk pada segala titah-Mu, jika aku tak tahu apa lagi paham Islam secara mendalam dan cemerlang.
Tak mungkin aku mengembalikan segala urusan hidupku pada aturan-Mu, jika Engkau tak pahamkan aku pada agama-Mu penuh sungguh dan ikhlas sampai aku menemukan keyakinan yang padu dengan rasa imanku.
Perbaikilah agamaku dengan tak henti sungguh-sungguh sampai batas mampuku berhenti ketika menggali firman-firman-Mu!
Hanya itu yang aku pinta dari-Mu. Buatlah aku tak henti memperbaiki agamaku dengan tak henti pula aku menelusuri kebenaran firman-Mu dalam dhaifnya diriku!
Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan sandaran segala urusan hidupku!
Ya Allah, perbaikilah urusan duniaku yang merupakan tempat tinggalku!
Jadikanlah diri ini mencukupkan diri untuk tetap ridho atas segala karunia yang Kau berikan padaku!
Aku malu meminta yang tak Kau jatahkan untukku. Aku hanya bisa tertunduk untuk tak henti keluarkan keringat mencari segala karunia yang telah Engkau tetapkan untukku.
Aku sadar, bahwa aku tak tahu berapa jumlah karunia yang Kau berikan padaku, dan aku sadar, bahwa Kau telah perintahkan padaku untuk bekerja menjemput karunia-Mu.
Hanya ridho-Mu yang akan aku kejar dengan tak henti berkeringat menjemput rizki-Mu, bukan karunia-Mu yang aku cari.
Sebab tak pantas aku mencari sesuatu yang telah Engkau tetapkan. Tapi aku harus bergerak tiada henti sambil tunduk utuh menjalankan segala apa yang Kau perintahkan.
Ya Allah, perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku! Tidaklah mungkin kehidupan akhiratku akan mendapatkan kebaikan, ampunan, dan ridho-Mu, jika kehidupan duniaku tidak aku perbaiki dengan selalu ridho atas segala ketetapan-Mu, dan jika seluruh urusan hidupku tidak aku ikat dengan kebenaran agama-Mu.
Tidaklah mungkin Engkau akan memperbaiki kehidupan akhiratku, jika selama hidup, aku tidak pernah memperbaiki urusan agamaku dan duniaku selalu dikembalikan pada kebenaran-Mu.
Ya Allah, jadikanlah kehidupanku sebagai tambahan bagi kebaikanku, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat istirahat dari segala kejelekanku!
Isilah hari-hari sisa usiaku dengan kebaikan hanya dari Islam! Jika usiaku dihabiskan dengan kejelekan, maka akhirilah kehidupanku! Idealnya aku panjang umur dengan selalu dihiasi kebaikan sepanjang hidupku. Tapi jika nyatanya hari-hariku aku isi dengan kejelekan, berupa kemaksiatan dan dosa, maka lebih baik Engkau akhiri hidupku!
“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan sandaran segala urusanku! Perbaikilah urusan duniaku yang merupakan tempat tinggalku! Perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku! Dan jadikanlah kehidupanku sebagai tambahan bagi kebaikanku dan kematianku sebagai tempat istirahat dari segala kejelekanku! “(HR Muslim)
Baca juga:
- Kehidupan Setelah Kematian Bagi Pemuja Kebebasan Dan ternyata kebebasan yang selalu mereka kampanyekan Di dunia yang...
- Urgensi dan Cara Praktis Mengingat Kematian (Bagian dua) Kita tidak akan mengingat mati secara serius dan mendalam serta...




